Buku yang diberi judul “Meniti Kesempurnaan Iman” ini berisikan sanggahan atas buku “Benteng Tauhid” karya Syekh Abdullah Bin Baaz.
Tentang penulis :
........ Pada akhirnya adalah kewajiban bagi kita untuk selalu menyeru dan menyeru atas mereka siapapun mereka selama mereka keturunan Adam as untuk terus mengenal indahnya keagungan islam sebagai akhlaq, pedoman hidup dan aqidah. wallahu a’lam.
Jawabannya bahwa Allah mengajari penduduk bumi ini ber-istighatsah pada shalihin."
"...kalau untuk kelompok mereka tidak ada istilah bid’ah dan musyrik, walau pakai pesta dan memajang foto – fotonya di masjid dan dimana - mana. Itu sih tidak mengapa, juga hari ulang tahun kelompoknya, buat pesta besar - besaran dengan menggelar panggung artis dan musik, itu sih tidak mengapa tapi Nisfu Sya’ban bid’ah."
"...padahal mereka tak satupun sampai ke derajat Al Hafidh (hafal 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya), tapi fatwanya menghukumi hadits - hadits seakan mereka itu para Nabi, dan ulama lain adalah bodoh."
"Nabi saw shalat (shalat gaib) diatas kuburan (shahih Muslim hadits No.955)"
"Lalu dimana Imam Bukhari? (194 H-256 H), Imam Muslim? (206 H–261H), Imam Syafii? (150H–204 H), Imam Ahmad bin Hanbal? (164 H–241 H), Imam Malik? (93 H–179 H), dan ratusan imam imam lainnya? apakah mereka diam membiarkan hal yang dibenci dan dilaknat Rasul saw terjadi di Makam Rasul saw?, lalu Imam - imam yang hafal ratusan ribu hadits itu adalah para musyrikin yang bodoh dan hanya menjulurkan kaki melihat kemungkaran terjadi di Makam Rasul saw??."
• Para sahabat seakan-akan hampir saling bunuh saat berdesakan berebutan air bekas wudhunya Rasulullah saw (Shahih Bukhari Hadits No. 186),
• Allah swt menjelaskan bahwa ketika Ya’qub as dalam keadaan buta, lalu dilemparkanlah ke wajahnya pakaian Yusuf as, maka ia pun melihat, sebagaimana Allah menceritakannya dalam firman-Nya swt : “(Berkata Yusuf as kepada kakak - kakaknya) “Pergilah kalian dengan bajuku ini, lalu lemparkan ke wajah ayahku, maka ia akan sembuh dari butanya” (QS. Yusuf: 93), dan pula ayat “Maka ketika datang padanya kabar gembira i tu, dan dilemparkan pada wajahnya (pakaian Yusuf as) maka ia (Ya’qub as) sembuh darikebutaanya”(QS. Yusuf: 96).
Inilah jawaban Nabi saw terhadap kekuasaan wahabisme yang menguasai Haramain, "
"...karena itu semata-mata adalah bertabarruk (mengambil berkah) dari ayat ayat Alqur ’an.
"Mengenai benda–benda keramat, maka ini perlu penjelasan yang sejelas jelasnya, bahwa benda benda keramat itu tak bisa membawa manfaat atau mudharrat, namun mungkin saja digunakan Tabarrukan (mengambil berkah) dari pemiliknya dahulu, misalnya ia seorang yang shalih, ..."
Apakah Nabi Yaqub as ini membenarkan kemusyrikan anak - anaknya..?. "
"berdoa di kuburan pun adalah sunnah Rasulullah saw, beliau saw bersalam dan berdoa di pekuburan Baqi’ dan berkali kali beliau saw melakukannya. Demikian diriwayatkan dalam Shahihain Bukhari dan Muslim, dan beliau saw bersabda “Dulu aku pernah melarang kalian menziarahi kuburan, maka sekarang ziarahlah” (Shahih Muslim hadits No.977 dan 1977.)"
"Sabda Rasul saw “Seseorang bersama dengan orang yang ia cintai, maka berkata anas ra: “Aku sangat gembira mendengar hadits ini karena aku mencintai Rasul saw, Abubakar dan Umar (Shahih Bukhari):
Ucapan - ucapan seperti ini sering diucapkan oleh Abubakar shiddiq ra, Umar ra, dan banyak lagi para sahabat lainnya."
Download pdf
Tentang penulis :
........ Pada akhirnya adalah kewajiban bagi kita untuk selalu menyeru dan menyeru atas mereka siapapun mereka selama mereka keturunan Adam as untuk terus mengenal indahnya keagungan islam sebagai akhlaq, pedoman hidup dan aqidah. wallahu a’lam.
DAFTAR ISI
1. Istighatsah
"Pertanyaannya adalah: kenapa Allah jadikan makam sebagai perantara perlindungan-Nya Swt? kenapa bukan orang yang hidup? kenapa bukan gunung? kenapa bukan perumahan?Jawabannya bahwa Allah mengajari penduduk bumi ini ber-istighatsah pada shalihin."
2. Peringatan malam Nisfu Sya’ban
"Tunjukkan pada saya satu hadits shahih atau dhoif yang melarang doa di malam Nisfu Sya’ban? tidak ada!!.""...kalau untuk kelompok mereka tidak ada istilah bid’ah dan musyrik, walau pakai pesta dan memajang foto – fotonya di masjid dan dimana - mana. Itu sih tidak mengapa, juga hari ulang tahun kelompoknya, buat pesta besar - besaran dengan menggelar panggung artis dan musik, itu sih tidak mengapa tapi Nisfu Sya’ban bid’ah."
"...padahal mereka tak satupun sampai ke derajat Al Hafidh (hafal 100.000 hadits dengan sanad dan hukum matannya), tapi fatwanya menghukumi hadits - hadits seakan mereka itu para Nabi, dan ulama lain adalah bodoh."
3. Membuat bangunan atau membangun masjid diatas kuburan
"Rasul saw shalat ghaib di pekuburan umum, Rasul saw shalat jenazah (shalat ghaib) menghadap kuburan setelah dimakamkan di sebuah pemakaman, lalu bermakmum dibelakang beliau shaf para sahabat, beliau saw bertakbir dengan 4 takbir (Shahih Muslim hadits No.954).""Nabi saw shalat (shalat gaib) diatas kuburan (shahih Muslim hadits No.955)"
"Lalu dimana Imam Bukhari? (194 H-256 H), Imam Muslim? (206 H–261H), Imam Syafii? (150H–204 H), Imam Ahmad bin Hanbal? (164 H–241 H), Imam Malik? (93 H–179 H), dan ratusan imam imam lainnya? apakah mereka diam membiarkan hal yang dibenci dan dilaknat Rasul saw terjadi di Makam Rasul saw?, lalu Imam - imam yang hafal ratusan ribu hadits itu adalah para musyrikin yang bodoh dan hanya menjulurkan kaki melihat kemungkaran terjadi di Makam Rasul saw??."
4. Peringatan maulid Nabi Muhammad Saw
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw”. Ketika kita membaca kalimat disamping maka didalam hati kita sudah tersirat bahwa kalimat ini akan langsung membuat alergi bagi sebagian kelompok muslimin, saya akan meringkas penjelasannya secara ‘Aqlan wa syar ’an, (logika dan syariah).
5. Tabarruk.
Mengenai benda - benda keramat, maka ini perlu penjelasan yang sejelas - elasnya, bahwa benda – benda keramat itu tak bisa membawa manfaat atau mudharrat , namun mungkin saja digunakan Tabarrukan (mengambil berkah) dari pemiliknya dahulu, misalnya ia seorang yang shalih, maka sebagaimana diriwayatkan.• Para sahabat seakan-akan hampir saling bunuh saat berdesakan berebutan air bekas wudhunya Rasulullah saw (Shahih Bukhari Hadits No. 186),
• Allah swt menjelaskan bahwa ketika Ya’qub as dalam keadaan buta, lalu dilemparkanlah ke wajahnya pakaian Yusuf as, maka ia pun melihat, sebagaimana Allah menceritakannya dalam firman-Nya swt : “(Berkata Yusuf as kepada kakak - kakaknya) “Pergilah kalian dengan bajuku ini, lalu lemparkan ke wajah ayahku, maka ia akan sembuh dari butanya” (QS. Yusuf: 93), dan pula ayat “Maka ketika datang padanya kabar gembira i tu, dan dilemparkan pada wajahnya (pakaian Yusuf as) maka ia (Ya’qub as) sembuh darikebutaanya”(QS. Yusuf: 96).
6. Memohon pertolongan kepada orang yang telah mati
"Jelas bahwa larangan Allah swt adalah menyembah pada selain Allah swt, bukan melarang tawassul atau minta bantuan pada manusia, berbeda dengan yang dijelaskan Bin Baz dalam hal ini,"
7. Ibadah di malam Isra Mi’raj
"Mengenai “perayaaan” berupa maulid, isra mi’raj, awal tahun hijriyah, haul Badr dll itu adalah syiar islam, belum perlu dimasa nabi saw, namun sebagaimana penjelasan saya pada masalah Bid’ah berikut tambahan atas Bid’ah hasanah."
8. Keutamaan tauhid
"Rasul saw bersabda “Aku sungguh tidak merisaukan syirik menimpa kalian setelah aku wafat, yang kurisaukan adalah keluasan dunia yang membuat kalian saling hantam memperebutkannya” (Shahih Bukhari).Inilah jawaban Nabi saw terhadap kekuasaan wahabisme yang menguasai Haramain, "
9. Mengambil keberkahan atas jimat atau tulisan ayat – ayat Alqur’an.
"Banyak orang yang keliru memahami makna hakikat tabarruk dengan Nabi Muhammad saw, peninggalan - peninggalannya saw, ahlulbaitnya saw dan para pewarisnya yakni para ulama, para kyai dan para wali."...karena itu semata-mata adalah bertabarruk (mengambil berkah) dari ayat ayat Alqur ’an.
"Mengenai benda–benda keramat, maka ini perlu penjelasan yang sejelas jelasnya, bahwa benda benda keramat itu tak bisa membawa manfaat atau mudharrat, namun mungkin saja digunakan Tabarrukan (mengambil berkah) dari pemiliknya dahulu, misalnya ia seorang yang shalih, ..."
10. Menyembelih binatang dengan nama selain Allah.
"Diriwayatkan bahwa para sahabat membawa daging sembelihan, seraya berkata : “Wahai Rasulul lah, orang-orang membawakan kami daging sembelihan yang tidak kami ketahui apakah disembelih dengan nama Allah atau tidak? maka Rasul saw bersabda “Makanlah, dan kalian sebutlah nama Allah dan makanlah” (Shahih Bukhari)."
11. Meminta pertolongan kepada selain Allah
“Wahai ayah kami tolong mintakan pengampunan pada Allah untuk kami, sungguh kami telah berbuat salah, maka ia (Ya’qub as) berkata “Aku akan mohonkan pengampunan pada Allah untuk kalian, sungguh Tuhanku Maha Pengampun dan Berkasih sayang” (QS. Yusuf: 97-98). Apakah Nabi Yaqub as ini membenarkan kemusyrikan anak - anaknya..?. "
12. Sikap berlebih – lebihan dalam ibadah.
"“Barangsiapa memusuhi wali-Ku maka Ku-umumkan perang padanya, tiadalah hamba–hambaKu mendekat pada-Ku dengan hal hal yang telah kuwajibkan, dan hamba hambaKu tak henti hentinya pula mendekat pada-Ku dengan hal–hal yang sunnah hingga Aku mencintainya, Jika Aku mencintainya maka aku menjadi telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, aku menjadi pandangannya yang ia gunakan untuk melihat, aku menjadi tangannya yang ia gunakan untuk melawan, aku menjadi kakinya yang ia gunakan untuk melangkah, Jika ia meminta pada-Ku niscaya kuberi apa yang ia minta, dan jika ia mohon perlindungan pada-Ku niscaya kuberi padanya perlindungan” (Shahih Bukhari Bab Arriqaaq/Tawadhu)"
13. Thawaf di kuburan.
"Mengenai tawaf dikuburan, tentunya tidak diajarkan dalam islam" "berdoa di kuburan pun adalah sunnah Rasulullah saw, beliau saw bersalam dan berdoa di pekuburan Baqi’ dan berkali kali beliau saw melakukannya. Demikian diriwayatkan dalam Shahihain Bukhari dan Muslim, dan beliau saw bersabda “Dulu aku pernah melarang kalian menziarahi kuburan, maka sekarang ziarahlah” (Shahih Muslim hadits No.977 dan 1977.)"
14. Bertanya sesuatu hal kepada shalihin.
"Tentunya berbeda antara tukang sihir dengan para shalihin, dan menyamakan mereka adalah kebodohan yang nyata."
15. Mencintai dan takut kepada Allah melalui perantara Kekasih-Nya
"Sabda Rasul saw: ”Belum sempurna Imam seseorang sebelum aku lebih dicintainya dari keluarganya dan hartanya” (Shahih Bukhari)""Sabda Rasul saw “Seseorang bersama dengan orang yang ia cintai, maka berkata anas ra: “Aku sangat gembira mendengar hadits ini karena aku mencintai Rasul saw, Abubakar dan Umar (Shahih Bukhari):
16. Bergantung kepada Nabi Muhammad Saw
"Sabda Rasul saw: Abu Thalib kini berada di pantai neraka, Kalau bukan karena aku, maka niscaya Abu Tholib di Jurang neraka (Shahih Bukhari)."
17. Memberi nama harus disandarkan kepada Nama Allah
"Juga sabda Nabi saw yang tidak pernah di sebut oleh orang- orang wahabi, bahwa Rasul saw bersabda “Berilah nama dengan namaku (Muhammad). (Shahih Bukhari )."
18. Melukis atau mengagungkan atau menggantung gambar makhluk bernyawa.
"satu satunya kesalahan Iblis, ia hanya mau memuliakan Allah, tanpa mau memuliakan makhluk yang dimuliakan Allah..."
19. Memuliakan orang shalih.
"Tentunya memanggil sayyid antara muslimin adalah diperbolehkan oleh Rasul saw, sebagaimana Umar bin Khattab ra berkata pada Abubakar shiddiq Anta sayyiduna wa khairuna wa ahabbuna ila rasulillah saw (engkau adalah junjungan kami, dan yang terbaik diantara kami, dan yang kami cintai terhadap Rasul saw) (Shahih Bukhari)"
20. Menghukum dengan hukum selain hukum Allah
"berbuat adil dan kebaikan, dan menyambung hubungan dengan kaum kerabat, dan melarang kepada keburukan dan kemungkaran dan kejahatan” Berkata Alhasan bahwa ayat ini tidak menyisakan satu kebaikanpun kecuali sudah diperintahkan melakukannya, dan tiada suatu keburukan pun kecuali sudah dilarang melakukannya. (Jamiul ulum walhikam Juz 2 hal 4)."
21. Bersumpah atas nama selain Allah
"Puluhan hadits riwayat shahih Bukhari yang menjelaskan para sahabat bersumpah dengan ayah dan ibunya, Demi ayah ibuku, atau Demi ayahku, Demi engkau wahai Rasulullah dan Demi Ibuku”. Ucapan - ucapan seperti ini sering diucapkan oleh Abubakar shiddiq ra, Umar ra, dan banyak lagi para sahabat lainnya."
22. Golongan yang selamat.
"mereka sangat merisaukan dan meributkan kesyirikan, namun mereka saling bunuh demi berebut kekayaan, mereka rela mengundang dan membayar ribuan pasukan AS ke negeri mereka demi membantai saudara mereka muslimin mereka sendiri demi memperebutkan minyak, mereka rela tak membantu Palestina yang dibantai Israel, demi naiknya harga minyak,"Download pdf