Ketika seorang pembantu diperkarakan oleh majikannya yang
notabenenya (*maaf) bertitel Haji atas sengketa harta, kalaulah bukan untuk diikhlaskan,
mengapa harta yang cukup besar untuk biaya haji rela dikeluarkan.
--------
Owh mungkin dijaman seperti ini terlalu culun memikirkanya, tapi koq dihati terasa kurang sreg?