Akal atau fikiran adalah satu dari karunia yang membuat manusia menjadi mulia.
hmmm....
awalnya terpikir "dengan akal yang cerdas dan mumpunilah kemuliaan dapat diwujudkan".
lalu perlombaan untuk menjadi, tercerdas, terintelek dan terhebatpun ... dimulai,
dalam riuhnya perlombaan itu metode,seni kreasi akal, termasuk akal-akalan dan saling mengakalipun ditemukan hingga diaplikasikan.
hingga kemudian mengabaikan, mengingkari dan melupakan pesan dari dirinya, dari qolbunya...
semakin dilupakan pesan itu maka gambaran hebatnya akal semakin dirasa dan semakin nyata.
hingga ketika akal telah dijadikan raja yang kemudian mematikan sang qolbu....
maka petunjuk siapapun, termasuk nurani bahkan nur-Ilahiah tiada berguna lagi.
karena semua diabaikan dan diakali demi merengkuh kemuliaan dalam kacamata akal pikiranya.
--------------
mungkin kemuliaan seperti itu yang membedakan derajat koruptor dan maling ayam yang membedakan derajat pembalak hutan dan pencuri kayu bakar, yang membedakam derajat kaum bangsawan dan kaum pinggiran, yang membedakan derajat.......
Ketahuilah bila akal tanpa hati, maka semakin cerdas akalnya, semakin dahsyat pula daya hancurnya.
wallahu a'lam.