lihatlah yang menyampaikan kalimat, jangan hanya kalimat/materi yang disampaikan, karena kalimat hak yang disampaikan oleh orang fasek tidak kana menambah ilmu yang bermanfaat/terangnya hati justru menambah gelap-gulitanya hati.
"siapa saja yang mengartikan suatu ayat dari alqur'an hanya dengan akalnya saja dan pendapatnya benar, maka siapkan dirinya untuk bertempat tinggal di neraka"
"ketika kita mendapat pencerahan agama dari orang fasek maka akan tambahlah gelap gulita"
agama bukan sekedar kata-kata, informasi ataupun pengetahuan namun haruslah diwariskan, jadi harus da mata rantainya/sanad samapi rosululloh saw.
"ulama pewaris para nabi"
Rosululloh saw memang manusia biasa namun bukan sekedar manusian biasa, bagaikan yakut diantara batu2 biasa
Walloohu a’lam
"siapa saja yang mengartikan suatu ayat dari alqur'an hanya dengan akalnya saja dan pendapatnya benar, maka siapkan dirinya untuk bertempat tinggal di neraka"
"ketika kita mendapat pencerahan agama dari orang fasek maka akan tambahlah gelap gulita"
agama bukan sekedar kata-kata, informasi ataupun pengetahuan namun haruslah diwariskan, jadi harus da mata rantainya/sanad samapi rosululloh saw.
"ulama pewaris para nabi"
Rosululloh saw memang manusia biasa namun bukan sekedar manusian biasa, bagaikan yakut diantara batu2 biasa
Walloohu a’lam
Ngaji di Rofa: