sungguh akan datang suatu zaman yang sunahnya nabi menjadi rusak seperti rusaknya pakaian dan banyaknya bid'ah segala sesuatu yang bertentangan dengan sunah nabi SAW) yang mengikuti menjadi asing dan sendiri dan tidak punya teman, dan yg mengikuti bid'ah akan menemukan teman 50 atau lebih (banyak), pada zaman itu masih ada umat yg utama (baik), tidak dapat bertemu dengan Rosululloh, wahyu sudah tidak turun, keadaan hati orang yg beriman hancur seperti garam dimasukan air (larut/sebab banyak kenyataan yg bertentangan dgn yg seharusnya), dengan cara hidup mereka seperti belatung didalam cuka,menjaga agamanya seperti bara bila dilepas agama/iman akan mati dan bila digenggam agama/iman akan mati (berat),
siapa yg berpegangteguh pada sunahnya Rosululloh disaat umat sudah rusak, mendapat pahala seperti mati syahid 100x
menonjolkan dirinya (narsis) adalah ujub
repotnya kita harus bergaul dengan orang hidup tetapi kita harus mengikuti orang2 yg sudah meninggal
semakin senang bergaul semakin (bangga) menunjukan semakin bodohnya tentang agama
luar biasa... bar dugem terus tahajud
jangan... ibadah digas, maksiat digas
banyak ustad menjadi "piaraan" orang fasek yang kaya
beratnya menjalankan agama
- karena nafsu
- karena lingkungan (keluarga, teman,masyarakat dst)
Walloohu a’lam
siapa yg berpegangteguh pada sunahnya Rosululloh disaat umat sudah rusak, mendapat pahala seperti mati syahid 100x
menonjolkan dirinya (narsis) adalah ujub
repotnya kita harus bergaul dengan orang hidup tetapi kita harus mengikuti orang2 yg sudah meninggal
semakin senang bergaul semakin (bangga) menunjukan semakin bodohnya tentang agama
luar biasa... bar dugem terus tahajud
jangan... ibadah digas, maksiat digas
banyak ustad menjadi "piaraan" orang fasek yang kaya
beratnya menjalankan agama
- karena nafsu
- karena lingkungan (keluarga, teman,masyarakat dst)
Walloohu a’lam
Ngaji di Rofa :