Hukum-hukum positif yang ada dan berlaku saat ini seringkali tidak mampu menjangkau nilai nurani kemanusiaan sebagai amanah yang telah ditiupkan dalam setiap hati manusia, sehingga disuatu sisi putusannya kadang terasa kurang adil.
Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).(QS)
Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).(QS)
Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan
memahaminya.(QS)
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya.(QS)
(Jibril) menurunkan wahyu ke dalam hati nuranimu dengan izin Tuhan, membenarkan wahyu sebelumnya, menjadi petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.(QS)
Apakah mereka tidak pernah bepergian di muka bumi ini supaya hatinya tersentak memikirkan kemusnahan itu, atau mengiang di telinganya untuk didengarkan ? sebenarnya yang buta bukan mata, melainkan hati yang ada di dalam dada. (QS)
memang hati mereka telah kami tutup hingga mereka tidak dapat memahaminya, begitu pula liang telinganya telah tersumbat.(QS)
Apakah mereka tidak merenungkan isi Al Qur'an? atau adakah hati mereka yang terkunci.(QS)
Janganlah kamu turutkan orang yang hatinya telah Kami alpakan dari mengingat Kami (dzikir), orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya saja, dan keadaan orang itu sudah keterlaluan.(QS)
Sesungguhnya telah Kami sediakan untuk penghuni neraka dari golongan jin dan manusia; mereka mempunyai hati, tetapi tidak menggunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah, mereka mempunyai mata, tetapi tidak dipergunakan untuk melihat, mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar. Mereka itu seperti binatang ternak , bahkan lebih sesat lagi. Mereka adalah orang-orang yang alpa (tidak berdzikir).(QS)
Dialah yang telah menurunkan ketentraman di dalam hati orang-orang yang beriman supaya bertambah keimanannya disamping keimanan yang telah ada.(QS)
Ketahuilah, di dalam jasad ada segumpal daging. Apabila baik, maka baiklah semuanya, dan apabila rusak maka rusaklah semuanya. Ketahuilah, dia adalah hati.(HR)
Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh dan rupa kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati kalian.(HR)
Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali Hati hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang. (HR)
----------------
hati yang bersifat nurani merupakan wadah atau
sumber ma'rifat (suatu alat untuk mengetahui hal-hal yang Ilahi).