Ruh bersifat kerohanian dan selalu suci, setelah ditiup Allah dan berada dalam jasad ia tetap suci yang menjadi sumber moral yang baik dan terpuji, sedangkan Jiwa adalah sumber akhlak tercela, Karena pada diri manusia tidak hanya memiliki jiwa insani (berpikir), tetapi juga jiwa nabati dan hewani, maka jiwa (nafs) manusia mejadi tempat tertumpuknya sifat-sifat yang tercela. maka dari itu jiwa manusia mempunyai sifat yang beraneka sesuai dengan keadaannya.