suatu ketika dimasa bangsa jin dan malaikat sebagai penghuni surga .......
“Sujudlah kepada Adam!” (Al-Baqarah: 34)
“Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan dia dari tanah.”
“Turunlah
kamu dari jannah karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di
dalamnya, maka keluarlah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang
hina.” (Al-A’raf: 12-13)
"Wahai Iblis, apa yang menghalangimu untuk sujud kepada apa yang telah Kuciptakan dengan dua tangan-Ku? Apakah engkau sombong ataukah engkau (merasa) termasuk orang-orang yang lebih tinggi?”
"Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah"
"Maka keluarlah kamu dari surga, sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan"(Shaad:75-77)
"Wahai Iblis, apa yang menghalangimu untuk sujud kepada apa yang telah Kuciptakan dengan dua tangan-Ku? Apakah engkau sombong ataukah engkau (merasa) termasuk orang-orang yang lebih tinggi?”
"Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah"
"Maka keluarlah kamu dari surga, sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan"(Shaad:75-77)
kesombongan menjadikan makhluk mulia menjadi makhluk yang hina dan paling terkutuk dimata Sang Pencipta.
...... dan ketika kita memandang sebelah mata kepada seseorang karena keadaan lahiriah, status sosial, pekerjaan, jabatan atau apa saja yang membesitkan hati bahwa kita lebih mulia darinya,
apakah sejalan dengan riwayat diatas?
seberapakah jauh perbedanya?
apakah kita berhak berlaku demikian?